Zona Nyaman (Comfort Zone)

Siapa sih yang tidak mau hidupnya nyaman?
Click Me —> Comfort Zone
Nyaman adalah sebuah perasaan yang membuat manusia tenang, damai, tentram, senang, santai buat hati dan pikiran manusia. Dimana otot-otot terasa renggang, saraf terasa lemas dan aliran darah pun lancar bak sungai mengalir tenang. Tidak emosi, tidak stress, tidak banyak pikiran yang mengganggu alam bawah sadar maupun alam sadar kita.
Perasaan Nyaman adalah hak bagi semua manusia di dunia ini, tidak terusik ataupun dibentengi oleh segala peraturan ini itu yang memicu emosi individu itu sendiri. Nyaman merupakan HAM dan itu sudah ada undang-undangnya, yaitu Undang Undang No. 39 Tahun 1999, yang mana dalam UUD 1945 pun sudah diatur tentang HAM bagi rakyat Indonesia meski tidak sedetail Undang Undang No. 39 Tahun 1999.
Saya rasa cukup tentang nyaman, sebab bukan itu yang saya mau bahas tentang ZONA NYAMAN.
OK, ZONA NYAMAN bagi seorang anak yang mana orangtua memberikan segala macam fasilitasnya dari sejak kecil hingga dewasa. Sedikit cerita tentang keberadaan seorang anak yang terlena dengan ZONA NYAMAN:
Ada seorang anak yang tumbuh dilimpahkan oleh seluruh kekayaan orangtua, jika seorang anak meminta ini itu selalu saja dikabulkan permintaannya, dan kalian pasti pikir anak ini akan menjadi seorang anak yang sangat bergantung kepada orangtuanya dan dibilang MANJA. Hingga saat keluarga si anak ini mulai goyah dalam artian ayah dan ibunya tidak akur lagi maka tidak ada lagi yang bisa ia lakukan dalam artian terbiasa diberikan segalanya dengan mudah tanpa berusaha berpikir untuk keluar dari ZONA NYAMANnya.
Hari demi hari keadaan semakin terpuruk, bisnis orangtua pasang surut dan akhirnya harus dijual satu persatu. Orangtuapun bercerai, dan anak ini hidup bersama ibunya dan 1 adik yang menjelang dewasa dan 1 adik kecil. Anak inipun masih diberikan kenyamanan oleh ibunya, segala fasilitas memang banyak diberikan tetapi kadarnya sedikit berkurang karena hanya dari penghasilan ibunya saja yang mana si ayah tidak berperasaan dan merasa tidak punya tanggungjawab untuk menghidupi si anak tersebut.
Sungguh berat perjuangan seorang ibu ini untuk membuat anaknya serba nyaman beserta anak-anaknya yang lain. Tetapi apa yang anak ini berikan adalah tidak serius dalam belajar dan kerjanya hanya menghambur-hamburkan uang ibunya itu. Hampir tiap weekend pergi clubbing dan buang uang above 1million rupiah sia-sia. Anak ini semakin jatuh kedalam dosa, “Free SEX” yang mengakibatkan pasangannya hamil dan pasangan tersebut tidak menginginkannya maka terjadilah “abortion”. Sungguh tragis, ZONA NYAMAN membuat anak ini semakin tidak memiliki pikiran yang jernih bahkan dengan bangganya dia telah menandai pasangannya dengan “YESSS, I WAS HERE!!!”. Semakin bertambahnya umur dan saat-saat pasangannya ini jenuh dengan semakin “BITCHY” maka pasangannya inipun berusaha mencari pelampiasan dengan selingkuh. Dan saat si anak ini mengetahui bahwa pasangannya ini selingkuh, hancurlah hidup si anak ini hingga lari ke-obat-obatan terlarang. Cukup lama anak ini jatuh ke dalam dosa, hidup tak menentu, usia semakin bertambah tetapi belum bekerja, pengalaman tak ada, bingung untuk keluar dari ZONA NYAMAN.
ZONA NYAMAN hanya bisa membuat seorang manusia tersebut terlena. Tuhan pun bekerja 6 hari lamanya dan beristirahat 1 hari, terbukti bahwa kita memiliki hari minggu. Maka kita dituntut untuk mengikuti jejak Tuhan yaitu bekerja. Tidak hanya itu saja, Tuhan tetap bekerja memelihara segala isi di bumi dan alam semesta, sehingga kita juga tidak boleh cepat puas akan hasil yang kita dapat. Seperti film “LASKAR PELANGI”, meski itu tidak mungkin nyata benar adanya secara keseluruhan, setidaknya hal ini menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu bekerja keras dan tetap tersenyum.
Berlanjut ke cerita anak yang berada dalam ZONA NYAMAN.
Beruntung anak tersebut tidak semakin hancur sebab Tuhan masih menyayanginya. Saat ia sadar akan apa yang ia telah perbuat meskipun waktunya tidaklah sebentar, maka anak tersebut berusaha keluar dari ZONA NYAMANnya. Dia bekerja keras untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya dan memulai untuk bekerja secara mandiri. Tetapi tidak cukup sampai disini, masih banyak aral melintang. Salah satu orangtuanya yaitu ayahnya kemudian dipanggil Tuhan, bisnis ayahnya pun diwariskan ke anak-anaknya. Anak ini bingung karena harus secara mendadak menjalankan perusahaan ayahnya ini, tidak mempunyai pengalaman apapun dan selalu saja diremehkan oleh para pekerjanya sendiri yang menganggap bahwa si anak ini adalah “ANAK KEMAREN SORE”. Didalam perusahaan ini ada 1 orang licik yang ingin mengambil alih perusahaan, ibu si anak ini berkata “sudah nak relakan saja perusahaan ini untuk dia, setelah selesai proyek jual perusahaan ini kepada dia…”. Anak ini merenungkan pagi siang sore dan malam, yang akhirnya untuk menghindari keributan maka keputusan mutlak untuk menjual perusahaan setelah proyek berakhir. Kemudian anak ini mencari pekerjaan lain untuk selalu menghindar dari ZONA NYAMAN.
Terkadang kita sebagai manusia selalu malas untuk keluar dari ZONA NYAMAN. Satu hal yang perlu kita ingat adalah tugas kita sebagai manusia adalah bekerja untuk mendapatkan segala sesuatunya. Dalam hal ini saya mengecam para pengemis yang secara fisik sehat walafiat! Mereka harusnya berpikir untuk keluar dari ZONA NYAMANnya dan bekerja seturut dengan perintah ALLAH. Bayangkan orang-orang yang disfungsi fisik tetapi mereka tetap bisa berkarya dan bisa membawa nama baik bangsa, harusnya kita malu! Tidak hanya para pengemis yang sehat walafiat, tetapi ini juga berlaku bagi siapapun yang masih berada dalam ZONA NYAMANnya untuk keluar bersama-sama dan kita wujudkan mimpi kita dengan bekerja! Bagi para pelajar, belajarlah semakin serius, bekalilah dirimu dengan segala kelebihanmu, sadarlah untuk berprestasi, sebab negara kita semakin terpuruk oleh karena orang-orang yang tidak bertanggungjawab atas keadaan negaranya dan nasib anak cucunya. HANCURKAN ZONA NYAMAN!
Click Me —> out of my comfort zone
-whitelite-
You’re currently reading “Zona Nyaman (Comfort Zone)”, an entry on TUKANG PUKUL BANDUNG
- Published:
- 09.28.09 / 12am
- Category:
- White Lite
- Tags: