Pahami Hipnotisme dengan Baik dan Bijak

Bukan tanpa alasan gue menulis entri tulisan ini. Banyak sekali hal-hal yang menciptakan jeritan-jeritan hebat di kepala gue di saat gue mau menutup mata untuk tidur, saat boker, saat mengantarkan baju-baju kotor ke laundry, dan termasuk saat gue menulis entri ini. Saat jeritan-jeritan hebat itu muncul, terjadilah sebuah reaksi kimia yang membuat semua neuron-neuron di otak gue berguncang keras mendorong dan menyampaikan sebuah pesan aktif-persuasif untuk mengembalikan semua pandangan orang-orang tentang hipnotisme yang saat ini sudah berbelok melenceng jauh dari track yang semestinya. Ini semacam sebuah tugas BESAR yang gue emban sebagai praktisi hipnosis yang baik dan TIDAK menyesatkan.
Mari kita mulai.
Fenomena hipnotisme/hipnosis yang beredar di masyarakat sudah terlalu banyak diracuni oleh pembodohan yang secara brutal dilakukan oleh media yang seharusnya memberikan hal-hal yang edukatif bagi masyarakat sebagai konsumen ditambah banyaknya kenyataan yang ditutup-tutupi oleh para banyak guru hipnosis demi meraup keuntungan yang besar. Lalu, apa yang melenceng itu? Bukannya saat ini fenomena hipnotisme sudah dipraktekkan secara hebat oleh seorang “master” hipnosis bertutup kepala berinisial ? Ya, tapi bukan hanya itu yang gue maksud, coba gue tanya sekarang, berapa sering elo nonton tayangan berita kejahatan hipnotis ? gue bahkan terlalu yakin kalo you guys setidaknya memiliki ketakutan bila nanti di hipnotis oleh orang lain, atau menganggap hipnosis itu adalah sebuah kekuatan supranatural yang membutuhkan mantera-mantera khusus dan tenaga dalam untuk membuat orang lain bisa dipengaruhi secara mental, huffhh, sangat jauh dari benar.
Nah, maka dari itu sekarang kita mulai pahami Hipnotisme / Hipnosis dengan baik dan bijak. Untuk itu, gue bakal jawab beberapa FAQ yang sering banyak orang tanyakan dan berkutat di kehidupan gue.
Apa sih hipnosis itu ?
Hipnosis / Hipnotisame adalah sebuah fenomena yang seringkali kita alami di dalam kehidupan sehari-hari dimana keadaan fisik kita sangat rileks dan nyaman, namun ketajaman mental dan konsentrasi kita sangat tajam dan awas. Berdasarkan teori, ketika seseorang mengalami hipnosis, gelombang otaknya berada pada kondisi yang sama seperti saat menjelang tidur atau sedang ngelamun. Dalam kondisi ini, pikiran kita sangat sensitif terhadap sugesti sehingga itulah mengapa orang yang dihipnotis mudah untuk dipengaruhi, namun tetap saja untuk melakukan itu diperlukan sebuah keahlian khusus.
Apa gue bisa dihipnotis ?
Sepanjang elu memiliki kondisi/fungsi otak yang normal, maka elu pasti bisa di hipnotis. Dalam hal ini, ada sebuah catatan yang harus di ingat, yaitu, tidak semua orang bisa di hipnotis. Ketika elu merasa ingin diri lu untuk dihipnotis maka elu akan bisa masuk kedalam hypnosis, akan tetapi ketika elu merasa tidak ingin dan tidak mengizinkan diri lu untuk di hipnotis maka seorang master hypnosis seperti Romy Rafael-pun tidak akan sanggup untuk menghipnotis elu.
Bagaimana dengan kejahatan hipnotis yang sering diberitakan di televisi dan yang kemarin terjadi pada temen gue itu?
Kejahatan tetap kejahatan, semua itu adalah pure kejahatan yang tanpa embel-embel hipnotismenya. Kejahatan hipnotisme itu sebetulnya tidak ada. Yang ada adalah sebuah kejahatan yang memakai skill komunikasi persuasif (baca : pemalakan/dipalak). Kejahatan menggunakan skill hipnosis bisa saja dilakukan, namun sangat susah dan mengandung resiko yang sangat tinggi. Gue bisa saja melakukan itu, tapi gue gak mau kena gampar orang dan gue hanya ingin menggunakan hipnosis di jalan yang baik dan bijak. Apa yang terjadi dengan teman elo dan yang diberitakan di televisi itu telah gue analisa dan sempat berhasil gue praktekan pada temen gue sendiri dan routine-nya seperti ini :
- Ada pelaku dan ada target. Pelaku biasanya tidak sendirian, ada beberapa kawanan lainnya yang bertugas untuk memantau keadaan sekitar dan untuk mengincar target yang sendirian dan terlihat lugu / introvert.
- Target sedang berjalan sendirian dan terlihat linglung
- Disapa dari belakang secara mengagetkan oleh sang pelaku, biasanya ditepuk pundaknya.
- Saat si target merasa kaget, gelombang otaknya turun beberapa detik dan di situlah si pelaku meng-guide si target dengan perintah-perintah dan ajakan-ajakan yang normal seperti “umm, gini mbak, saya tuh teresat dan kehilangan arah, nah sekarang saya kebingungan mesti kemana, mbak ikut saya ke ATM yuk!” di sini si pelaku beberbicara dengan cepat. dan sesampai di ATM “Nah sekarang keluarin dompet mbak! biar saya pegangin” lalu “keluarin juga handphonenya!” dan “sekarang mbak tunggu disini dulu saya mau coba telepon temen saya dulu yang tinggal di daerah sini ok” dan si target di tinggal sendirian oleh si pelaku yang entah kemana perginya. Atau ada juga route-route yang lain seperti tiba-tiba marah-marah “woy, elu kemaren yang ngegebukin adek bos gue kan!!?? Sekarang lu ikut gue!!”
- Dan setelah itu si target merasa janggal dan sadar bahwa dia telah dihipnotis, padahal bukan dihipnotis, melainkan dipalak dan mengizinkan si pelaku untuk membredel semua miliknya.
Kejahatan seperti itu sangat banyak terjadi dimana-mana, dan hanya orang-orang yang bernyali tinggi saja yang berani melakukan hal itu. Memang di dalamnya ada unsur hipnosisnya, akan tetapi itu bukan kejahatan hipnotis dan amat sangat tidak layak disebut kejahatan hipnotisme, karena seperti yang sudah gue bilang, kejahatan menggunakan skill hipnotis bisa saja dilakukan, akan tetapi amat sangat keterlaluan susahnya, tidak banyak yang berani melakukan itu. Apa yang dilakukan pelaku-pelaku pemalakan itu jauh lebih mudah ketimbang berbuat jahat menggunakan skill hypnosis. Coba sambangi rumah tahanan, tanya langsung tahanan-tahanan yang katanya sudah melakukan kejahatan hipnotisme / pemalakan itu, apakah dia bisa melakukan hipnosis? gue yakin dia sendiri akan merasa kebingungan kalau bukan ngomel-ngomel “gue gak pernah menghipnotis orang!!! Dan gak bisa ngehipnotis!!! Kalo malak sering!!!”. Jadi, sekarang you guys harus menggarisbawahi hal ini dan menympannya baik-baik di otak “tidak ada kejahatan hipnotisme, yang ada adalah pemalakan secara halus, penodongan, dan hal-hal yang pure kriminal lainnya”.
Lalu gimana cara menghindari kejahatan persuasif itu, kalo misalkan besok-besok gue ketemu dengan para pemalak itu?
Banyak sekali ajaran-ajaran absurd yang di ajarkan oleh orang-orang bahkan oleh beberapa guru hipnosis yang notabene sudah tersertifikasi, seperti : menginjak bumi 3 kali manakala bertemu dengan para penjahat hipnotis itu, atau meniup balik supaya kekuatannya berbalik, atau dengan membaca mantera-mantera khusus, aaarrrgghh absurd total!! Dan semua itu adalah hal-hal yang tidak relevan dengan hipnosis yang membuat kita semakin tolol dan diperbudak oleh kemistikan belaka, karena hipnosis itu sendiri sangatlah jauh dari bayangan mistis / magic yang selama ini dibesar-besarkan oleh media-media yang semestinya edukatif.
Setelah gue analisa kejahatan diatas, ini tips yang nantinya bermanfaat untuk menghindari elu terpengaruh oleh bujukan para pelaku pemalak-halus itu :
- ini gue dapet dari guru hipnosis gue, katakan pada diri sendiri dengan lantang saat sebelum dan saat bangun tidur sebanyak 5 kali “gue memiliki kontrol penuh atas diri gue sendiri kapanpun dan dimanapun”. Katakan itu terus setiap harinya selama seminggu penuh.
- Bila ternyata di jalan bertemu dengan komplotan pemalakan secara halus itu dan elu di sapa, cukup bernyanyilah dengan lagu kesukaan elo di dalam hati dan cukup mundur 3 langkah dari si pelaku, dan simak setiap perkataan si pelaku, bila ada yang tidak masuk diakal dan terasa janggal, tinggalkan saja. Tapi jangan menganggap setiap orang asing yang menyapa dengan agak mengagetkan seperti itu di jalan adalah para pemalak! Karena siapa tahu saja dia adalah orang yang memang butuh bantuan atau orang yang memang memiliki jiwa sosial yang tinggi yang ingin mengobrol dan berkenalan.
Hipnosis itu ilmu mistik ya ?
Sama sekali, hipnosis TIDAK mengandung unsur-unsur mistik. Hipnosis adalah seperangkat ilmu komunikasi yang disusun sedemikian rupa sehingga seolah-olah bisa mempengharuhi bahkan mengendalikan orang lain, ( Lex dePraxis). Hipnosis itu hanya bersifat persuasif dan sugestif, gak ada sedikitpun ilmu mistik di dalam hipnosis, jadi jimat dan rapalan-rapalan mantera itu tidak akan membantu elu dari pengaruh hipnosis.
Gimana sih rasanya di hipnotis ?
Enak! That’s it!
Maksudnya rasanya enak itu gimana, bisa di jelasin gak detilnya ?
Hmm, okay. Detil rasa enak saat mengalami hipnosis tiap-tiap orang itu berbeda, ada yang rasanya seperti melayang, ada yang katanya seperti lagi di pulau, kalo gue sendiri interpretasi enak itu lebih kearah empuk seperti terbaring diatas sebuah ranjang yang nyaman, dsb. Yang jelas semua itu terjadi karena adanya perasaan rileks ditambah sejumlah imajinasi yang membentuk gambaran-gambaran kenyamanan yang di interpretasikan berbeda-beda oleh tiap individu.
Trus kalo misalkan gak semua orang bisa di hipnotis kenapa orang yang di hipnotis yang disiarkan di tivi itu mau-mau aja dikerjain ?
Ahahaha, pertanyaan yang sangat bagus. Oke sekarang gue bakalan sedikit buka tentang fenomena hypnosis panggung. Tanpa menyebut nama pakar stage hypnosis / hipnosis panggung. Jadi, orang-orang yang menjadi kontestan di acara itu sudah di seleksi dari awal oleh sang hypnotist (baca : pelaku hipnosis). Dari sekian banyaknya penonton, dilakukanlah yang namanya tes sugestibilitas terlebih dahulu sebelum acara dimulai untuk memudahkan sang hypnotist memilih dan memilah mana yang mudah untuk dihipnotis. Semua itu sudah dikoreografikan untuk kepentingan hiburan. Bila mereka yang jadi kontestan mau-mau aja disuruh mengerjakan perintah yang konyol, itu disebabkan oleh efek trance yang sangat nyaman dan enak sekali jadi si kontestan itu merasa menikmati apa yang di sugestikan oleh sang hypnotist, jangankan bangun untuk melawan saja terasa malas. Trance itu sendiri bila diartikan kedalam bahasa Indonesia memiliki arti yang enggak banget, yaitu kesurupan. Coba deh buat you guys yang sering clubbing dan berdansa di iringi musik trance, nikmat bukan? Ahahaha, itu tandanya elo mengizinkan diri lo untuk terhipnotis oleh musik trance, karena masih ada kok orang-orang yang datang ke club cuma buat diem-diem aja, minum, nyari cewek, dan tidak mengizinkan dirinya untuk dihipnotis oleh musik trance. Back to revealing the fucking stage hypnosis!! Gue dan beberapa temen gue dulu pernah jadi kontestan dari acara seperti itu di televisi, waktu itu sama sekali tidak terhipnotis oleh sang hypnotist-nya melainkan gue terhipnotis oleh uang sebesar 150 ribu rupiah untuk berpura-pura dihipnotis. Hahahaha, dan konyolnya, duit itu hanya cukup habis dalam waktu dua hari saja dan setelah dua hari gue baru menghentikan aksi tutup mulut gue sama temen-temen gue dan ngebacot panjang tentang bagaimana gue mau-maunya melakukan hal tolol itu di televisi pula karena dihipnotis oleh duit.
Gue bisa gak, belajar hypnosis ?
Lu sangat bisa belajar kalo elu mau. FYI, hypnosis itu sangat mudah untuk dipelajari, bahkan hanya dalam waktu satu hari aja, hmmmm, bahkan dalam hitungan JAM!! Untuk belajar hypnosis gue sarankan lu pilih-pilih dulu siapa gurunya, kalo lu males milih, nih gue pilihin gurunya, gue sarankan elo berguru kepada orang yang tepat seperti yang ada di halaman berikut >> silahkan klik dan download di sini .
Oke, gue rasa gue udah melakukan apa yang selama ini selalu membuat pikiran gue bertengkar hebat. Sekarang saatnya you guys pahami apa yang udah gue buka. Mungkin setelah baca ini ada yang biasa aja, bagus! karena memang sebetulnya fenomena hipnosis tidak perlu di buat terlalu extravagant. Atau setelah ini malah ada yang amazed dengan hipnosis dan ingin mempelajarinya ? haha, welcome to the club!! Atau mungkin juga malah ada yang skeptis dan menganggap apa yang gue ungkap ini cuma tulisan busuk yang amat bodoh ?Hhmm, bebass sobat.., dunia ini bebas kok, elu mau salto trus ngupil di depan Barack Obama juga, itu bebas.. “jadi berbebas-bebas lah, karena dengan membebaskan diri lu, elo semakin mudah untuk memasuki alam bawah sadar lu, dan perlahan memahami fenomena hipnotisme dengan baik dan bijak…” Kalo masih ada pertanyaan seputar hipnosis, silahkan ajukan pertanyaan itu di kolom comment, gue bakal jawab sebisa gue. Kalo mau cerita pengalaman hipnosis, silahkan. Mau mengajukan kritik ? bagussss, gue suka kritik!! Mau mencela ? boleh buangeet!!
Over and out
Salam trance,
lafagreen
You’re currently reading “Pahami Hipnotisme dengan Baik dan Bijak”, an entry on TUKANG PUKUL BANDUNG
- Published:
- 09.01.09 / 2am
- Category:
- Lafa Green
- Tags: