Cinta Postmodern (Postmodern Love)

Click Me —> LOVE
Ini adalah sebuah seluk beluk tentang cinta. Mengelaklah! karena ini realita yang bertentangan dengan apa yang selama ini anda anut!
- Dahulu kala cinta adalah sesuatu yang sangat dihargai, sakral, suci, indah, dan menjunjung tinggi harga diri. Cinta tumbuh karena adanya suatu “chemistry” antara pria dan wanita pada tempat dan ruang waktu tertentu serta bersifat universal. Kita sulit memberikan nilai dalam hal ini dan terkadang kita keliru antara rasa iba atau sungguh mencintai.
- Aku menyadari demikian banyak aset dirinya, bukan cuma sisi baiknya tapi juga keterbatasan, inkonsistensi dan kelemahan-kelemahannya. Aku menyadari perasaan-perasaannya dan pikiran-pikirannya, dan aku mengalami sesuatu yang menjadi inti dirinya. Aku bisa menyelinap dibalik topeng dan peran yang dialaminya serta melihat dirinya pada tingkat yang lebih dalam. Cinta berarti aku peduli pada kesejahteraan orang yang aku cintai.
- Dalam ketulusanku, kepedulianku bukan untuk mencekik atau mengikatnya seperti benda yang kumiliki. Sebaliknya, kepedulianku membebaskan kami berdua. Cinta berarti memiliki rasa hormat terhadap harga diri orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku bisa melihatmu sebagai seseorang yang terpisah dariku, dengan nilai-nilaimu, dengan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaanmu dan aku tidak memaksamu untuk menyerahkan identitasmu, menyesuaikannya pada cinta yang aku harapkan engkau tunjukkan padaku. Aku bisa mengizinkan dan mendorongmu untuk berdiri sendiri dan menjadi dirimu dan menghindari memperlakukanmu sebagai obyek atau menggunakanmu sebagai pemuas kebutuhan-kebutuhanku.
Cinta berarti memiliki tanggung jawab terhadap orang yang aku cintai. Jika aku mencintaimu, aku responsif terhadap kebutuhan-kebutuhanmu sebagai satu pribadi. Seorang kekasih bisa saja melukai dan mengecewakan yang dicintainya dan dalam hal ini aku menyadari buah cinta membutuhkan kesediaan menerima tanggung jawab dari apa yang kulakukan terhadapmu.
Cinta berarti tumbuh bagiku serta orang yang aku cintai. Bila aku mencintaimu, aku menjadi tumbuh karena cintaku, demikian pula cintaku akan meningkatkan dirimu. Masing-masing kita tumbuh karena kepedulianku dan karena kita dipedulikan. Masing-masing kita berbagi untuk memperkaya pengalaman yang tidak merusak diri kita. Cinta berarti membuat komitmen pada orang yang aku cintai. Komitmen ini tidak berarti penyerahan diri secara total masing-masing diri, bukan pula berarti bahwa hubungan yang ada harus permanen, maknanya adalah bahwa komitmen itu mengandung keinginan untuk selalu bersama-sama disaat pedih, saat-saat sulit, saat-saat perjuangan dan kesedihan, sebagaimana tetap bersama dalam ketenangan dan kebahagiaan.
Cinta berarti mempercayai orang yang aku cintai. Jika aku mencintaimu, aku percaya kamu akan menerima kepedulian dan cintaku dan engkau tidak akan melukaiku dengan sengaja. Aku percaya bahwa kamu akan melihat aku sebagai seseorang yang layak untuk dicintai dan bahwa engkau tidak akan mengabaikanku. Jika kita saling percaya, kita akan terbuka satu sama lain dan akan dapat melepaskan topeng-topeng dan kecurigaan kita dan mengungkapkan diri kita yang sebenarnya. Cinta berarti bahwa aku mungkin terluka, jika aku membuka diri karena percaya padamu, aku mungkin akan mengalami luka, penolakan atau kehilangan, karena engkau tidak sempurna, engkau mempunyai kapasitas untuk melukaiku dan karena tidak ada jaminan dalam cinta, tak ada juga jaminan bahwa cintamu akan abadi. Cinta dapat mentoleransi ketidak sempurnaan. Dalam sebuah hubungan cinta ada saat-saat membosankan, saat ketika rasanya aku ingin menyerah saja, waktu-waktu sulit yang sungguh-sungguh dan saat-saat aku mengalami ketiadaan manfaat apa-apa. Cinta yang otentik tidak berarti bahagia yang terus menerus. Cinta itu membebaskan. Cinta diberikan secara bebas, tidak diserahkan karena permintaan. Cinta sejati tidak berarti, aku akan mencintaimu ketika kamu sempurna atau ketika kamu menjadi seperti apa yang aku harapkan.
Cinta yang otentik tidak diberikan dengan rantai pengikat. Cinta itu meluas. Bila aku mencintaimu. Aku mendorongmu untuk membentuk dan mengembangkan hubungan-hubungan lain. Sekalipun hidup kita untuk satu sama lain dan komitmen kita berdua jadi inti dari apa yang kita lakukan, tetapi, kita tidak secara total dan eksklusif terikat satu sama lain. Cinta berarti memiliki satu keinginan terhadap orang yang aku cintai tanpa memiliki tuntutan yang harus dipenuhinya. Bila aku bukan apa-apa tanpamu, maka aku tidak akan sungguh-sungguh bebas mencintaimu. Cinta itu selfish. Aku hanya bisa mencintai dirimu bila aku secara tulus mencintai, menilai, menghargai dan menghormati diriku sendiri
Cinta adalah memberi, bukan berjanji. Cinta berarti tulus mencintai tanpa syarat. Cinta pertama atau cinta keseratus tidak ada artinya dibandingkan dengan cinta sejati, Cinta adalah perjalanan menyenangkan yang tidak bisa dilukiskan oleh pelukis, tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata dan tidak bisa disembunyikan oleh seni manapun. Setelah menyimak arti diatas, Kami ucapkan selamat kepada anda yang telah menemukan arti cinta sesungguhnya. Dan kepada anda yang belum menemukan cinta anda, jangan putus asa. Kami yakin, suatu saat anda akan menemukan cinta sejati anda.
—————————————————————————————————————————————-
Inilah Cinta Postmodern
Click Me —>postmodern love
- Cinta dipandang sebagai perwujudan rasa ingin memiliki dan tumbuh karena semata-mata ingin menaklukan seseorang yang diinginkannya. Sebagaimana halnya banyak terjadi perceraian saat sudah menikah, yang mana cinta adalah hanyalah sebagai kendaraan untuk bisa menguasai sang perempuan yang dianggap objek untuk memuaskan hasrat para pria. Dari hal tersebut tidak bisa dihindari bahwa sang perempuan akan semakin liar dalam artian menebar pesonanya untuk semakin ditaklukan atau hanyalah sebuah permainan dalam hidupnya.
- Terbukti dari kisah nyata dari hidupku yang telah lalu bahkan sampai sekarang menjadi bahan perenungan diriku dengan penuh pertanyaan dan keraguan dalam hal ini. Aku menginginkan sebuah kemurnian cinta dan kesakralan cinta yang tak terbagi, bukan sebagai coba-coba dan bukan sebagai istilah “mencicipi” dalam hal “sentuh menyentuh” secara fisik yang akan mengakibatkan penyesalan dalam kehidupan pribadiku.
- Satu pendapat yang muncul adalah “kemonotonan” dalam hal percintaan. Inilah pendapat yang muncul dari Cinta Postmodern, yang mana Cinta Postmodern tidak menghendaki “kemonotonan” dalam pergerakannya. “Basi” dalam bahasa kerennya, yaitu kata-kata yang keluar dari individu yang merasa monoton dalam kehidupan romansanya.Sehingga akibat-akibat yang muncul adalah ketidaksetiaan, sexual harrassment, abusiveness, hamil diluar nikah apalagi tanpa pertanggungjawaban yaitu terjadinya ABORTION!!!
- Memang kita tidak menginginkan adanya “kemonotonan” dalam hubungan percintaan. Tetapi “kemonotonan” ini terkadang disalah gunakan oleh manusianya itu sendiri saat ia memberikan improvisasi dalam hubungan. Lalu muncul perasaan bahwa hubungan tanpa status adalah yang paling indah, dan sex diluar nikah adalah “asik” dan merasa sudah memilikinya atau “menguasainya” adalah suatu kebanggaan. Ini salah menurut saya, hubungan tanpa status kerap menimbulkan rasa sakit hati dan istilah “menguasainya” membuat wanita dianggap sebagai objek. “menguasai” adalah salah dan kata “memiliki” sah jika adanya sebuah pernikahan, tetapi artian kepemilikan sesungguhnya adalah hanya Yang Maha Kuasa sebagai “eigendom” atau pemilik dan arti “bezit” atau menguasai itu tidak ada dalam hubungan percintaan, yang ada adalah kesetaraan dan kesesuaian dalam hubungan. “kemonotonan” muncul akibat kurangnya pengetahuan dalam hal “social in relationship“, dan kuncinya adalah KOMUNIKASI.
- Kurangnya komunikasi menimbulkan cinta menjadi hambar, selalu menjadi salah sangka dan muncul perselisihan. Sebagai contoh kurangnya komunikasi sehingga muncul perselisihan digambarkan dalam sebuah percakapan:
- Contoh 1:
cewe: “kamu kenapa sih selalu acuh sama aku? aku kan butuh perhatian dari kamu!”
cowo: “kamu kan sudah dewasa, pikir aja sendiri!” (ini kurangnya komunikasi)
cewe: “kamu mau enaknya saja yah, ga ada tanggungjawab, dingin, basiiii!!!”
Disini cowo tidak bisa berkomunikasi yang baik sehingga cewe merasa dirugikan dan merasa diacuhkan oleh cowo.
Solusi untuk cowo–>memberikan pengertian bahwa keadaannya sedang tidak memungkinkan untuk berbicara karena hal kesibukan yang membatasi, dan berbicara secara lembut dan halus serta tidak ikut2an panas supaya cewe mau mendengarkan alasan2 yang diberikan dan membuat perjanjian waktu-waktu yang memungkinkan untuk bertemu serta saling bercerita kejadian-kejadian menarik selama tidak bertemu.Contoh 2:
cowo: “kamu sekarang sok misterius yah?ada apa sih?kalo ada maunya suka sok manja…”
cewe: “ga ada apa2 kok, oh jadi aku ga boleh manja-manjaan sama kamu?” (kurang komunikasi)
cowo: “bukan begitu, akhir2 ini aku sering dapet berita kamu sering jalan sama si “cowo itu”?”
cewe: “ah kamu lebih percaya aku atau temen2 kamu sih?” (bukti pelarian dan bukan komunikasi yg baik)
Dalam contoh 2 ini menunjukkan bahwa cewe memakai senjata kata “kepercayaan”, yang mana ini membuat pria semakin berpikir keras bahwa ada sesuatu yang aneh.
Solusi untuk cewe –> terbuka dalam mengkomunikasikan hal-hal apa saja yang membuat si cewe jadi sok misterius, meyakinkan si cowo bahwa tidak ada apa-apa mungkin dengan penjelasan bahwa si cewe sedang jenuh karna rutinitasnya bertemu dengan si cowo yg kurang menarik dalam artian cowo tersebut statis karena hidupnya tidak penuh cerita kesehariannya. Jika memang tidak ada “chemistry” lagi yah buat apa diteruskan hubungan tersebut.
Ini hanyalah pendapat saya, dibutuhkan improvisasi positif untuk menghilangkan “kemonotonan” dalam sebuah “relationship“. Ikutilah berbagai macam organisasi kemanusiaan sehingga akan menjadi cerita saat bertemu partner kita. Hindari pemikiran bahwa TTM (Teman Tapi Mesum) itu indah dan pikirkan bahwa SEX diluar nikah itu akan membuat penyesalan hidup. SAVE SEX kalo memang TERPAKSA dan hargai arti Cinta sebenarnya. Khusus bagi individu yang baru putus lalu mencari sebuah pelarian, sehingga timbul perasaan sakit hati bagi individu yang dijadikan pelarian. Ini yang saya rasakan selama ini, sering bertemu dengan gadis yg menyatakan cintanya dan setelah hampir 5 tahun saya menyadari bahwa saya hanyalah sebagai tempat pelarian sehingga memberikan kesempatan gadis tersebut mengkhianati saya. Kurangnya komunikasi membuat saya atau mantan-mantan saya tidak bisa untuk meneruskan hubungan ini hingga ke jenjang pernikahan.
Sorry to say bagi cewe-cewe yang merasakan jatuh cinta pada saya, ketulusan cinta saya hanya untuk cewe yang berhasil menunjukkan ketulusan cintanya juga pada saya dan berhasil menguak misteri yang saya miliki yang mana jika kalian berhasil maka cinta yang akan saya berikan bahkan bisa lebih dari cinta yang kalian miliki kepada saya. Ingat SAYA BUKAN TEMPAT PELARIAN tetapi sebagai tempat perlindungan dan satu hal lagi bahwa SAYA SEBAGAI PEMIMPIN dan SAYA TIDAK SUKA DIPIMPIN oleh wanita dalam hal hubungan BUKAN OTORITER dan kalian wahai kaum hawa boleh memberikan saran dan masukan supaya kelak hubungan kita semakin langgeng. Yah kalau dalam pekerjaan dan organisasi tidak apa-apa bahkan saya salute untuk wanita yang punya kredibilitas kerja serta punya tanggungjawab besar yg dapat diselesaikannya dan pekerja keras!
You’re currently reading “Cinta Postmodern (Postmodern Love)”, an entry on TUKANG PUKUL BANDUNG
- Published:
- 09.28.09 / 1am
- Category:
- White Lite
- Tags:
